Tak Terima Adiknya Dijuluki Tahanan Berisiko, Aditya Zoni Bela Ammar: Dia Hanya Pengguna

Aditya Zoni menyampaikan kekecewaannya terhadap julukan yang diberikan kepada kakaknya, Ammar Zoni. Ia menilai bahwa julukan tersebut tidak pantas dan merugikan nama keluarga.

Baru-baru ini, Aditya Zoni mengungkapkan rasa marahnya setelah mendengar bahwa Ammar Zoni kembali dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Pemindahan ini dilakukan bersama dengan beberapa terdakwa lainnya. Diketahui bahwa Ammar Zoni telah dihukum selama tujuh tahun penjara dan denda sebesar satu miliar rupiah. Sejak 8 Mei 2026 lalu, ia kembali tinggal di Lapas Super Maksimum Security di Nusakambangan, Cilacap.

Reaksi Aditya Zoni Kekhawatiran Aditya Zoni meningkat ketika ia mendengar bahwa Ammar Zoni diberi julukan tahanan "high risk" atau berisiko tinggi. Menurut Aditya, julukan tersebut sangat tidak tepat dan tidak layak diberikan kepada kakaknya.

"Saya jujur marah. Saat pertama kali mendengar itu, rasanya dunia sudah jatuh. Saya emosi dan bingung," ujar Aditya, seperti dikutip dari Tribun Seleb.

"High risk adalah status yang sangat tinggi. Status ini biasanya diberikan kepada orang-orang yang dianggap merusak negara dan merugikan negara," tambahnya.

Menurut Aditya, Ammar Zoni hanyalah seorang pengguna narkoba yang seharusnya direhabilitasi, bukan dihukum. Selain itu, julukan high risk juga mencoreng nama keluarganya.

"Apa sih sebenarnya? Dari mana asalnya? Dia hanya seorang pemakai, bukan bandar. Orang yang sedang tersesat dan butuh bimbingan ke jalan yang benar," ujarnya.

"Jadi saya selalu vokal bahwa Bang Ammar harus direhabilitasi sebagai pengguna, bukan dihukum," kata Adit.

"Maka dari itu, saya sangat takut mendengar julukan high risk ini karena juga mencoreng nama keluarga kita. Seperti Bang Ammar ini teroris besar atau bandar internasional," tambahnya.

Atas hal ini, Aditya Zoni tidak terima dengan julukan tahanan high risk yang diberikan kepada Ammar Zoni. Pihaknya masih berusaha untuk memulangkan sang kakak ke Jakarta. Selain itu, Aditya juga ingin segera bertemu dengan Ammar.

"Saya sangat ingin (bertemu), tapi kita harus menunggu putusan terlebih dahulu. Apakah bisa atau tidak, semoga saja bisa," ujar Aditya.

"Kami sedang berusaha juga. Saya juga tidak diam di sini. Tetap berusaha agar paling tidak bisa tahu kondisi Bang Ammar di sana bagaimana," tambahnya.