Pelestarian Budaya Luwu dalam Malam Ramah Tamah Mahasiswa KKN UIN

Pelestarian Budaya Luwu dalam Malam Ramah Tamah Mahasiswa KKN UIN

Malam Ramah Tamah KKN UIN Alauddin Makassar di Larompong

Pada Jumat (15/5/2026) malam, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar Malam Ramah Tamah di Gedung Rio Rennu, Kelurahan Larompong, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Acara tersebut menjadi momen penutup masa pengabdiannya selama berada di wilayah tersebut.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan pemerintah kecamatan, kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Tampak antusiasme dari para hadirin yang menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang disajikan oleh mahasiswa KKN.

Penampilan Seni dan Budaya yang Mengangkat Identitas Daerah

Selama acara berlangsung, mahasiswa KKN UIN Alauddin menampilkan berbagai bentuk seni dan budaya khas Tanah Luwu. Beberapa tarian yang ditampilkan antara lain Tari Wanua Raya, Tari Butta Kalassukangku, dan Tari Paduppa. Selain itu, ada juga pertunjukan teatrikal puisi dan monolog yang menyampaikan pesan-pesan penting tentang pelestarian budaya.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga memutar video dokumentasi kegiatan KKN mereka selama masa pengabdiannya. Video tersebut memberikan gambaran jelas tentang berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa dalam membantu masyarakat sekitar.

Selain pertunjukan seni, acara ini juga diisi dengan pemberian hadiah kepada para pemenang Pekan Olahraga dan Keagamaan (Peka) yang sebelumnya digelar di Kelurahan Larompong. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan KKN tidak hanya fokus pada budaya, tetapi juga melibatkan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Konsep Malam Ramah Tamah yang Berbasis Budaya

Koordinator Kecamatan KKN Angkatan 78, Yarham Al Gufran, menjelaskan bahwa konsep Malam Ramah Tamah sengaja mengangkat tema budaya Tanah Luwu. Menurutnya, tema ini lahir dari kekhawatiran mahasiswa terhadap mulai pudarnya regenerasi pelestari budaya di kalangan generasi muda.

“Ada pesan yang disampaikan melalui tari, monolog, hingga teatrikal puisi. Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Luwu tidak tertinggal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nilai budaya, keadilan, dan persaudaraan menjadi pesan utama dalam setiap penampilan. Melalui pertunjukan seni, mahasiswa ingin mengajak generasi muda tetap menjaga identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

“Melalui teatrikal puisi ini, kami ingin mengingatkan kembali pentingnya menjaga persaudaraan dan budaya. Semoga generasi muda tetap bangga menyebut dirinya sebagai anak Tanah Luwu,” tambahnya.

Harapan Camat Larompong

Camat Larompong, Masdin, menyampaikan harapan agar pengalaman mahasiswa selama menjalani KKN dapat menjadi bekal saat terjun di tengah masyarakat. Ia menyarankan agar mahasiswa menyimpan kesan-kesan baik dalam ingatan, sementara hal-hal yang kurang baik cukup dijadikan pelajaran.

Ia juga mengapresiasi konsep kegiatan mahasiswa yang dinilai ikut mendorong pelestarian budaya lokal di Kecamatan Larompong. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang peduli terhadap kebudayaan daerah.