Kehidupan dan Perjalanan Maulidea, Sosok yang Mandiri dan Berjiwa Kreatif

Maulidea, yang akrab dipanggil Dea, adalah seorang perempuan yang lahir sebagai anak pertama dari dua adik laki-laki. Sebagai satu-satunya perempuan dalam keluarga, posisi ini memberinya kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, serta mampu menjadi contoh teladan di lingkungan keluarganya sendiri. Dari pengalaman itu, ia memahami pentingnya kepercayaan diri dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan.
Dea dikenal sebagai sosok yang extrovert dan mudah beradaptasi dengan orang-orang baru. Ia senang menghabiskan waktu bersosialisasi, mencoba hal-hal baru, serta mengekspresikan diri melalui kreativitas. Baginya, proses belajar dan berkembang tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi dengan lingkungan sekitar dan pengalaman hidup yang bervariasi.
“Saya senang bertemu banyak orang, mencoba pengalaman baru, serta mengekspresikan diri melalui berbagai bentuk kreativitas,” ujarnya. Menurut Dea, setiap pengalaman selalu membawa pelajaran baru dan sudut pandang yang berbeda. Ia percaya bahwa proses berkembang terjadi ketika seseorang berani keluar dari zona nyaman dan terus belajar menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
Sebagai mahasiswi Universitas Terbuka jurusan PGSD, Dea memiliki lingkaran pertemanan yang cukup luas. Keakrabannya dengan orang lain membuatnya mudah berbaur dan menikmati suasana yang positif. Ia juga sangat menyukai lingkungan yang mendukung perkembangan diri, baik secara akademis maupun pribadi.
Di luar aktivitas akademis, Dea memiliki minat besar pada hobi kreatif seperti sketching dan crafting handmade. Ia menganggap aktivitas ini sebagai cara untuk mengekspresikan diri dan menuangkan ide-ide yang dimilikinya. “Saya memiliki ketertarikan pada hobi yang berhubungan dengan kreativitas, seperti sketching dan crafting handmade, karena bagi saya hal-hal kreatif menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan diri dan menuangkan ide yang saya miliki,” tambahnya.
Dea juga senang belajar dan mencari pengalaman baru. Ia yakin bahwa setiap pengalaman, baik itu sederhana atau rumit, akan memberikan pelajaran berharga. Misalnya, dari aktivitas menggambar atau membuat craft, ia belajar tentang kesabaran, detail, dan proses dalam menciptakan sesuatu. Hal ini juga membantunya menyeimbangkan antara hobi dan tanggung jawab sehari-hari.
Untuk mengatur waktu dengan efektif, Dea terbiasa menyusun prioritas dan mengelola waktu secara baik. Baginya, hobi bukanlah penghalang untuk tetap produktif, melainkan sebagai ruang penyembuhan agar pikiran tetap segar dan suasana hati tetap baik dalam menjalani tugas-tugas lainnya.
Salah satu pengalaman paling berkesan dalam hidup Dea adalah ketika ia berhasil berada di titik yang dulu sempat ia ragukan. Kesempatan untuk bertemu banyak orang baru, berkembang, dan dipercaya membawa nama daerah menjadi hal yang sangat disyukurinya. “Dari sana saya belajar bahwa every process has its own meaning, dan semua usaha yang dijalani dengan sungguh-sungguh pasti akan membawa pelajaran berharga,” ujarnya.
Namun, Dea juga pernah melewati fase overthinking dan merasa kurang percaya diri. Ia mengaku sering merasa tertinggal ketika melihat pencapaian orang lain, hingga terlalu sering membandingkan perjalanan hidupnya dengan orang lain. Namun, dari pengalaman tersebut, ia belajar bahwa setiap orang memiliki timeline dan prosesnya sendiri. Tidak semua hal harus cepat, karena growth takes time dan setiap langkah kecil tetap berarti selama kita tidak menyerah pada diri sendiri.
Baginya, pengalaman manis maupun pahit sama-sama menjadi bagian penting yang membentuk dirinya hingga saat ini. Dari semua proses tersebut, ia belajar menjadi pribadi yang lebih kuat, dewasa, dan lebih menghargai perjalanan hidup.
Dea juga mengungkapkan bahwa menjadi Galuh Hulu Sungai Tengah merupakan salah satu capaian yang telah lama diimpikannya. Ketertarikannya mengikuti ajang tersebut berawal dari kecintaannya pada dunia kebudayaan dan keinginan untuk terus mengeksplorasi hal baru. “Saya tertarik mengikuti pemilihan ini karena dunia kebudayaan dan duta sangat relate dengan diri saya yang suka explore hal baru, bertemu banyak orang, serta belajar dari lingkungan dan new things,” imbuhnya.
Menurut Dea, ajang Galuh bukan sekadar tentang penampilan, melainkan bagaimana seseorang membawa diri, berkomunikasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Motivasi terbesarnya mengikuti pemilihan Galuh Hulu Sungai Tengah adalah untuk membanggakan orang tua sekaligus membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa ia mampu berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia mengaku telah mulai mempersiapkan diri sejak 2023. Namun, rasa insecure dan kurang percaya diri masih sering menghampirinya. Karena itu, ia memilih untuk terus belajar dan memperbaiki diri sebelum akhirnya memberanikan diri mendaftar pada 2024. “Bagi saya, proses tersebut sangat berarti karena saya belajar bahwa confidence also takes process. Kita tidak harus langsung sempurna, tetapi bagaimana kita mau terus grow, mencoba, and confident pada diri sendiri sedikit demi sedikit sampai akhirnya bisa berada di titik sekarang,” jelasnya.
Dea juga menyoroti masih adanya persepsi masyarakat yang hanya melihat sisi luar seorang Galuh atau Duta. Padahal menurutnya, ada proses belajar, tanggung jawab, dan peran besar yang dijalankan di balik itu semua. “Galuh bukan hanya tentang appearance, tetapi juga tentang attitude, communication, public speaking, wawasan budaya, dan bagaimana seseorang bisa membawa pengaruh positif di lingkungannya,” tegasnya.
Ia menilai seorang Galuh harus mampu menjadi representasi daerah, menjaga etika, membangun relasi, hingga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan. Bahkan, seorang Galuh juga dituntut kuat secara mental, cara berpikir, hingga sikap dalam menghadapi tekanan dan penilaian orang lain. “Saya percaya value seorang Galuh tidak diukur dari seberapa sering tampil di depan publik, tetapi dari bagaimana ia membawa dirinya, menyampaikan pesan, dan memberi impact kepada masyarakat, especially for younger generation,” pungkasnya.