5 Film dengan Protagonis Menolak Kebiasaan, Naif, atau Idealis?

Kehidupan Sempurna yang Berbeda-Beda

Hidup sempurna tidak selalu memiliki definisi yang sama bagi setiap orang. Tidak semua individu sepakat dengan pandangan umum bahwa kehidupan yang sempurna berarti memiliki karier yang sukses, keluarga yang harmonis, atau harta yang melimpah. Ada banyak orang yang justru lebih memprioritaskan hal-hal di luar tiga indikator tersebut, seperti kebebasan dan ketenangan hati. Meski pada akhirnya, ada hal-hal yang harus mereka korbankan.

Tidak sedikit orang yang menganggap tipe-tipe orang yang menolak “mapan” sebagai sesuatu yang aneh. Mereka bisa dianggap naif atau terlalu idealis. Mari kita coba memahami sudut pandang mereka melalui lima rekomendasi film berikut ini:

1. Microhabitat (2017)


Microhabitat adalah kisah petualangan seorang perempuan berusia 30-an bernama Miso yang baru saja dikeluarkan dari apartemennya dan terpaksa tinggal di rumah beberapa temannya secara bergantian. Ternyata, para temannya itu adalah rekan-rekannya semasa kuliah dan juga anggota band yang sama dengan Miso.

Berbeda dengan teman-temannya yang memilih kenyamanan dengan cara-cara tertentu, seperti menikah atau kembali ke rumah orang tua, Miso enggan mengikuti insting untuk mencari kemapanan. Ia memilih hidup bebas dan fokus pada hobinya. Meskipun tidak semua orang bisa memahami cara pikirnya, film ini bukan hanya tentang idealisme Miso, tetapi juga pengamatan terhadap pergeseran tatanan sosial Korea yang semakin materialistis dan kapitalis.

Genre: Komedi, Drama
Pemain: Esom, Ahn Jae Hong
Sutradara: Jeon Go Woon

2. Frances Ha (2012)


Frances dalam film indie garapan Noah Baumbach juga menolak hidup mapan. Setelah teman serumahnya memutuskan pindah karena akan menikah, Frances terpaksa mencari apartemen baru yang lebih murah. Namun, proses pencariannya tidak mudah. Ia sering kali tinggal di rumah teman dan kenalan sambil tetap bekerja paruh waktu.

Beberapa kali ia tergoda untuk mengorbankan mimpinya menjadi penari profesional agar bisa hidup mapan seperti orang-orang sebayanya. Bagaimana kelanjutan petualangan Frances?

Genre: Coming of Age, Komedi
Pemain: Greta Gerwig, Adam Driver
Sutradara: Noah Baumbach

3. Free Time (2023)


Memiliki pekerjaan mapan di sebuah perusahaan teknologi ternyata tidak membuat Drew puas. Setelah berdiskusi sengit dengan atasan, Drew memutuskan untuk mengundurkan diri secara impulsif.

Keputusan itu terlihat revolusioner, namun setelah beberapa waktu, Drew mulai merasa bingung dan gelisah. Ia didepak dari band yang ia harapkan bisa menjadi kesibukan barunya, dan tabungannya mulai menipis. Film ini memiliki plot twist yang mengejutkan di bagian akhir, dengan nada antikapitalis tetapi juga penuh hipokrisi.

Genre: Komedi, Satir
Pemain: Colin Burgess, Rajat Suresh
Sutradara: Ryan Martin Brown

4. A Poet (2024)


Protagonis antikemapanan dalam film A Poet adalah Oscar. Ia diceritakan sudah bertahun-tahun tidak lagi bekerja secara formal. Saat ditanya orang, ia mengaku sebagai penyair, yang bukanlah kebohongan. Namun, keputusan ini membuatnya terkucil dan tidak menjadi manusia dewasa seutuhnya.

Ia hidup dari pensiun ibunya yang sudah tua dan terasing dari putrinya yang kini butuh biaya kuliah. Pertemuan dengan putrinya membuat Oscar tergerak untuk kembali ke dunia kerja. Dengan pengalamannya sebagai dosen, Oscar diterima bekerja sebagai guru di sebuah SMA. Di situlah kepelikan baru terjadi.

Genre: Drama, Satir
Pemain: Ubeimar Rios, Rebeca Andrade
Sutradara: Simon Mesa Soto

5. Perfect Days (2023)


Perfect Days adalah film yang membuat penonton mempertanyakan keputusan protagonisnya, seorang pria paruh baya yang bekerja sebagai pembersih toilet umum di Tokyo. Pekerjaan itu jelas tidak bergengsi, tetapi ia menjalaninya dengan tulus.

Hirayama, sang tokoh utama, bahkan punya waktu untuk melakukan hobi seperti memandangi pohon, mendengarkan lagu, dan membaca buku. Film ini memicu perdebatan. Ada yang menganggapnya meromantisasi kemiskinan, tetapi sebagian lain menilai film ini sebagai wujud sosialisme yang sesungguhnya: pekerjaan apa pun memungkinkan seseorang menikmati hidupnya.

Genre: Drama
Pemain: Aoi Yamada, Koji Yakusho
Sutradara: Wim Wenders

Bagaimana menurutmu? Apakah keputusan mereka adalah manifestasi dari sifat naif atau justru idealisme yang tak bisa diganggu gugat? Apakah kamu tertarik mengambil risiko seperti mereka? Dari menonton film, kamu bisa melakukan refleksi diri, nih.